Crozza fischiato yahoo dating

Crozza fischiato yahoo dating

Akibat lebih lanjut rendahnya penguasaan ilmu agama di kalangan umat Islam adalah banyak di antara mereka menjalankan ibadah tanpa mengetahui maksudnya. Mereka berlomba-lomba mengejar penguasaan ilmu pengetahuan modern, sehingga melahirkan sosok manusia materialistis. Kondisi masjidnya pun bersih. Umat Islam tidak boleh berlama-lama terpinggirkan seperti sekarang ini. Bermaksud meyakinkan saya, sang ustaz menambahkan penjelasannya dengan menyatakan betapa pentingnya ilmu-ilmu pengetahuan modern itu bagi umat Islam.

Peringatan Rasulullah itu sekarang menjadi kenyataan. Dampaknya lebih lanjut mereka mengejar kekayaan material.

Dampaknya lebih lanjut mereka

Jumlah sedikit tetapi berkualitas akan lebih baik daripada jumlah besar tetapi bodoh. Tetapi urutannya adalah pengetahuan ilmu agama harus lebih dahulu dipelajari, tidak sebaliknya dan apalagi tidak meguasai kedua-duanya. Mungkin sudah paham, tetapi berat untuk melakukannya. Umat Islam masih belum bisa menentukan mana ibadah yang diutamakan lebih dahulu dan mana yang kemudian.

Akibat lebih lanjut rendahnya

Ini tidak berarti penguasaan ilmu pengetahuan umum tidak penting. Sebab, tanpa ilmu pengetahuan, umat Islam tidak akan pernah bisa maju. Melalui penguasaan ilmu agama, seseorang akan menjadi pribadi baik. Mestinya urutannya adalah berilmu dulu, kemudian beramal dengan bekal ilmu yang telah dikuasai. Bahkan beberapa jurusan tertentu sama sekali tidak ada peminat dan ditutup.

Mereka berlombalomba mengejar penguasaan ilmu pengetahuan

Karena itu, di mana pun konflik yang terjadi di dunia Islam pangkalnya persoalan materi. Ilmuwan muslim seperti Imam Al Ghazali, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al Farabi, dan seterusnya adalah orang yang menguasai sains dan menguasai ilmu pengetahuan agama pada saat yang sama. Sudah begitu, menurut sang ustaz, di berbagai belahan dunia umat Islam berkonflik. Tetapi ketika masuk, saya agak heran karena belum ada satu pun orang untuk salat subuh.

Kendati jumlah jemaah hanya beberapa orang, ustaz itu tetap bersemangat menyampaikan materi pengajian. Sebagai pandangan hidup, maka ia diperjuangkan mati-matian dengan berbagai cara, termasuk konflik dan perang sekali pun. Tetapi, persoalannya adalah jumlah sebesar itu tidak memiiki nilai tawar tinggi baik dalam bidang ekonomi, politik, maupun budaya. Sang ustaz mengupas kenyataan yang dihadapi umat Islam saat ini, yaitu kemiskinan dan kebodohan. Usai salat, sang imam segera membalikkan duduknya dan menyampaikan pengajian subuh dengan membuka lembaran yang telah disiapkan.

Peringatan Rasulullah itu sekarang menjadi